Selasa, 17 Januari 2012

candi pringapus


CANDI PRINGAPUS PENINGGALAN SANJAYA

Di Temanggung (Jateng) tepatnya di desa pringapus , kecamatan ngadirejo ada bangunan candi. Berdiri kokoh sampai sekarang . disebut sebagai candi pringapus . adalah bangunan hindu hampir mirip bentuk dengan kelopak candi di dataran tinggi dieng dan candi songo di ambarawa.
                Bentuk bangunan ini berupa bujur sangkar dengan tinggi 7 meter dan lebar 4,25 meter ini . menurut perkiraan berdiri sekitar abad 8M. Pada masa sanjaya dengan gelar ke mataram sang ratu sanjaya menduduki jabatan raja di kerajaan mataram hindu. Soal peninggalan candi ini memang belun ada sumber yang menerangkan secara pasti. Hanya menurut perkaraan di temukan oleh Dr junghun. Karena alasan apa? Boleh jadi tahun 1844 , sarjana keturunan jerman itu secara kebetulan menemukan candi tersebut,dalam rangka mencari lahan untuk perkebunan kina.
                BAMBU BOHONG
                Keberadaan candi tersebut tentu saja bisa di sebut musium masa lalu karena sarat nilai sejarah pada zamannya . konon ketika bangunan itu sudah berdiri diceritakan bahwa sejak rake mataram menjadi raja menggantikan raja sanjaya. Agama budha mulai mengembangkan pengaruhnya, Takut karna penyebaran agama budha maka di sekeliling bangunan candi itu di tanam pohon bambu (jawa:pring) yang kegunaannya adalah untuk membohongi (jawa:apus) pandangan mata kenapa? Sebab sisa-sisa saja . candi ini di rusk atau berubah fungsinya . dari riwayat tadi lantas di kenal dengan nama pring apus. Di samping nama candi juga di pakai sebagai nama desanya .
                Di dalam candi ini hanya terdapat satu patung berciri khas hindu Nandhi syiwara : patung sapi berpunuk satu, sebenarnya patung penjaga candi ini ada 3 lantas lainnya kemana? Ketika terjadi perang permaisuri sang syiwa durga mahissasumar dini , yang mengendarai sapi berpunduk tunggal , measa kuat da menang sudah tentu boleh masukke dalam candi sedang yang lainya yang terletak di desa banaran dan tak jauh dari candi di tepi waduk Endong sewu .”ini sapi gumarangan , sapi besar zaman kuno ,” bilang seorang penduduk di sana . ‘sekitar sini masih banyak reco belum digali “ tambahnya.
                Bahan bangunan candi dari batu andesit . tampaknya pahatan di dindingnya masih terang bentuknya. Di pintu candi ada relief hiasan durga terletak di samping kanan dan kiri pintu ada lukisan rama dan shinta lagi asyik bercinta dan di sekeliing candi terdapat tumpukan bebatuan . tumpukan batuan ini adalah bakal bangunan candi tapi batal di pasang oleh arsiteknya. Di sana ada lingga tapi kepala ularnya sudah hilang , nah juga ada bebatuan peninggalan candi perot , dulu candi ini berdiri tegak di samping candi pringapus entah kapan candi ini runtuh
                PRINGAPUS KINI
                Lokasi candi ini terletak plus minus 1 ½ km arah barat kota kecamatan ngadirejo seperti nasib candi kecil lainya sekwcil candinya pula . di lihat dari buku tamu rata – rata pengunjung setiap bulan hanya 70 orang saja . ada pelajar datang sendiri atau bersama bimbingan guru sekedar rekreasi atau observasi , ada mahasiswa ada pula instansi pemerintah dari mancanegara seperti canada jepang dan prancis . dengan tujuan riset . studi perbandingan seperti jamur lumut di sikat sampai bersih palan dan teratur dan disemprot dg uap dan air panas membuat rontok unsur kalium dan dirasa sudah bersih dari segala kotoran.